Stunting

Dipublikasikan pada: 2025-05-01 00:00:00

Stunting
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya. Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya. Jumlah kasus stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 3 dari 10 anak. Oleh karena itu, stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani dan dicegah. Meski begitu, perlu diketahui bahwa anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata belum tentu mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena tinggi badan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi bila kedua orang tua berpostur tubuh pendek, anak juga bisa memiliki kondisi yang sama. Selain itu, perkembangan anak yang stunting biasanya terlambat secara signifikan. Sementara di sisi lain, anak yang sehat umumnya tidak mengalami keterlambatan perkembangan meski perawakannya pendek. Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi adalah: 1. Ibu mengalami malnutrisi atau terserang infeksi selama hamil 2. Anak tidak mendapatkan ASI eksklusif 3. Kualitas gizi MPASI yang kurang 4. Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti alergi susu sapi atau sindrom malabsorbsi 5. Anak menderita infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau cacingan 6. Anak memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit jantung bawaan atau thalasemia Faktor risiko stunting Ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami stunting, antara lain: 1. Terlahir prematur 2. Terlahir dengan berat badan rendah 3. Mengalami intrauterine growth restriction (IUGR) 4. Tidak mendapatkan vaksin yang lengkap 5. Hidup di tengah kemiskinan 6. Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan tidak mendapatkan akses untuk air bersih Gejala Stunting Gejala atau ciri-ciri stunting umumnya bisa terlihat saat anak berusia 2 tahun. Namun, hal ini sering tidak disadari, atau malah disalahartikan sebagai perawakan pendek yang normal. Gejala dan tanda-tanda yang bisa menunjukkan anak mengalami stunting adalah: 1. Tinggi badan anak lebih pendek daripada tinggi badan anak seusianya 2. Berat badan tidak meningkat secara konsisten 3. Tahap perkembangan yang terlambat dibandingkan anak seusianya 4. Tidak aktif bermain 5. Sering lemas 6. Mudah terserang penyakit, terutama infeksi 7. Kapan harus ke dokter Segera periksakan anak ke dokter jika ia mengalami gejala penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting, seperti: 1. Batuk lebih dari 2 minggu 2. Demam atau diare berulang 3. Sulit menyusu 4. Sesak napas

Artikel tentang Stunting